Gerombolan Tukang Becak (sandra)
Suatu ketika, aku pulang dari sekolah tidak dijemput oleh sopirku karena aku mengikuti extra kurikuler, dan pulangnya agak sore jadi aku naik becak yang biasa mangkal di depan sekolah. open
Pertamanya sih santai aja, karena biasanya kalo nggak dijemput juga aku naik becak dari sekolah ke rumah, yang biasanya bisa ditempuh kurang lebih 25 menit. Tapi sore itu kelihatannya aku mengalami nasib buruk, tapi juga mengasyikkan, ceritanya gini, di sepanjang jalan tukang becak yang kutumpangi mulai berulah. "neng, koq pulangnya telat sih," tanyanya iseng, tak kujawab. Tangannya mulai memegang-megang pundakku, karena kudiamkan saja, dia bertambah berani, tangannya berpindah meremas payudaraku.
"Wah, payudaranya besar juga yah, padahal neng kelihatannya masih kecil lho, nggak nyangka... he.. heh.. heeh..."
Saat itu aku mengenakan seragam sekolahku yang kemejanya tipis dan transparan banget, jadi setiap orang dapat melihat bentuk buah dadaku yang tertutup BH 'setengah cup', buah dadaku bagian atas terlihat jelas karena tembus pandang, gempal, padat dan nongol menantang sekali di balik kemejaku itu, sedang rokku memang pendek, jadi pada saat aku duduk, separuh dari pahaku yang mulus dan sexy itu terlihat jelas dan menantang. Maklumlah, karena meskipun masih sejak SMP kelas 1 aku udah ikutan senam dan fitness, jadi tubuhku bisa dikatakan indah, tanpa lemak. Dalam hati aku menyesal kenapa aku pake seragam ini.
Aku protes, "Ehhh.. jangan gitu dong pak." "Ah, nggak apa-apa kan, cuman dipegang segitu aja, koq? Lagian aku belum pernah merasakan payudara seorang anak SMP, aku bosan dengan payudara istriku yang udah peyot, aku melihat payudaramu itu aku jadi tak tahan deh, aku jadi pengen coba kemaluanmu juga nih, gimana kalo kita berhenti dan kita main--main sebentar? Enak koq. Kamu pasti masih perawan, hmm... pasti enak merasakan kemaluan perawan yang masih sempit," katanya makin kurang ajar. Matanya memandangi buah dadaku yang ranum itu sambil menelan ludah. Aku protes lagi, "Siapa bilang aku masih perawan?" "Ahh, masa sih non...." katanya makin bernafsu.
Ketika kami melewati jalanan yang sepi, di situ banyak rumah yang belum jadi, masih kosong pula. di situ dia belokkan becaknya ke salah satu rumah kosong yang belum jadi. "Ayo, kita coba di sini aja, kita bisa bebas bermain sebentar, gimana?" katanya seraya aku diseretnya turun dari becak, kemudian aku digelandang masuk ke bangunan kosong itu. Di dekat situ ada 2 orang tukang becak lagi yang sedang mangkal, dia berteriak memanggil mereka untuk bergabung, "Hey, kalian mau ikutan nggak? Gua punya cewek SMP yang bisa dipake nih." Berombongan mereka datang ke rumah kosong itu sambil memandangi tubuhku dengan liar. "Ayo... ayo kita kerjain dia, wah, kebetulan gua udah 2 bulan nggak ngentot nih, pejuhku pasti banyak," kata salah satu dari mereka. "Iya, wah, boleh juga anak ini, SMP ya? Hmm, kulitnya putih mulus, pasti putri orang kaya yang berduit nih." Satunya lagi menimpali. "He eh... lihat payudaranya, montok banget. pantatnya juga masih bulat banget, wah pasti nikmat nih." Yang terakhir komentar. Mereka bertiga dengan buas mulai meraba-raba tubuhku, ada yang meremas pantatku, payudaraku, dan lain-lain.
Aku mulai cari akal, kupikir, daripada mereka mencabik-cabik pakaianku dan memperkosaku, lebih baik kulayani aja mereka, kan nggak ada ruginya, apalagi aku bisa menikmati penis-penis mereka yang pasti akan nikmat di dalam kemaluanku, lagian aku belum pernah dientot orang banyak, kucoba aja deh, pikirku singkat.
"Gini aja, pak, gimana kalo aku layani kalian, tapi satu per satu yah?" pintaku. Mereka terbelalak kaget, nggak nyangka kalo aku berani menantang gitu. "Nggak ah, enak bareng aja," kata mereka berbarengan. "Baik, kalo gitu maunya boleh juga, tapi jangan kasar dan gak boleh buka pakaianku, yah?" kataku . Kulepasi kancing BH ku dan kulepas sekalian dari lengan baju. begitu terlepas BH ku, mata mereka tidak pernah lepas dari buah dadaku yang memang nongol indah itu, yang membulat indah tanpa ditutup oleh BH 'setengah cup' ku itu, kuperhatikan buah dadaku ternyata memang indah sekali bentuknya, gempal, putih bersih, serasa setiap cowok yang melihatnya pasti ingin menjilati, mengulum dan menggigitinya.
Liur mereka menetes setelah melihat buah dadaku yang 34B itu, setelah melepas 3 kancing kemejaku, tersembullah buah dadaku yang tak tertutup BH, sembulan itu terlihat sangat menggairahkan untuk ukuran anak SMP umur 14 tahun ini. Setelah itu kulepas celana dalamku. masih kupakai rok seragamku yang mini itu, mereka makin menelan ludah lagi setelah melihat bagaimana bulat dan sexynya pantatku dan... bukan main, kulihat penis mereka bertiga telah ngaceng berat setelah melihat payudaraku yang benar-benar sexy itu, gumpalan dagingku benar-benar putih, mulus, sama sekali masih kencang dan padat, dengan putingnya yang mencuat ke atas, berwarna merah muda, sungguh bersih dan indah, serasa bisa menggetarkan penis siapapun yang melihatnya.
"Aduh, indah sekali payudara anak ini." "Gila, aku tak pernah melihat payudara seindah ini, biasanya aku cuman melihat payudara yang coklat dan hitam, tapi satu ini putih sekali, montok lagi..." kata mereka terkagum-kagum. Aku semakin bangga dengan ucapan mereka, dalam hati aku berpikir, hah, kalian belum merasakan tubuhku, nanti kalian bakal teringat-ingat seumur hidup kalian pernah meniduri tubuhku yang indah ini.
Mereka bertiga tidak tahan lagi, ada yang meremas payudaraku lagi karena tak tahan. "Ayo, kalian lepas pakaian kalian, aku ingin lihat penis siapa yang terbesar dan terpanjang," kataku menggoda. Cepat-cepat mereka melepas baju dan celana mereka, lengkap dengan celana dalamnya, tanpa disuruh dua kali. Kulihat salah satu dari tukang becak itu memiliki penis yang paling panjang dan besar.
Secara spontan kuraih penis yang terbesar dan terpanjang itu, kugenggam penis itu dan kukocok dengan gemas. "enh, emh..." Dia menikmati sekali kocokkan tanganku yang kecil ini. satunya lagi sudah mulai menjilati dan menyedot-nyedot payudara dan pentilku sambil meremas payudaraku satunya. Orang yang terakhir menciumi seluruh tubuhku dan berhenti di kemaluanku, sampai aku kegelian dibuatnya. Aku benar-benar dikeroyok oleh tiga orang tukang becak yang sedang menikmati tubuhku ini.
Aku mulai terangsang akibat kemaluanku dijilati dan dihisap-hisap, aku masukkan penis yang ada di genggamanku ke mulutku, penisnya agak bau dan kotor, tapi aku telah terangsang berat, yang kupikirkan hanya kenikmatan dientot tiga orang sekaligus. Si pemilik penis terbesar memegangi kepalaku sambil menggoyang--goyang pantatnya sepertinya dia mengentot mulutku. "Ooohhh... nikmat sekali... ternyata meski masih SMP, tapi mulutmu sangat mahir dalam mengemut penis... aduh... enak sekali rasanya..." Orang satunya yang sedang menjilati dan mengenyot payudaraku mengambil posisi tiduran di bawah tubuhku dan memasukkan penisnya ke kemaluanku yang masih sempit itu. "eeehh!" erangku sambil menikmati penis yang menerobos masuk kemaluanku. Posisi tubuhku duduk di atasnya sambil penisnya menancap. "Ahhh... aduh... kemaluanmu ketat sekali neng... ternyata kemaluan gadis SMP itu enak banget....." Yang satunya lagi mencari lubang duburku untuk ditusuk batang zakarnya, untung tidak terlalu besar, tapi sakit juga karena aku tidak pernah disodomi sebelum ini, pikirku, yah apa boleh buat deh, ada tiga zakar, satu udah di dalam liang kemaluanku, satu lagi didalam mulutku, nah satu lagi mau nggak mau harus masuk kelobang dubur deh. tapi enak juga lama kelamaan. Untung aja penis yang masuk ke lubang duburku tidak terlalu besar.
ketiga penis itu penuh menyumpal ketat tiga lobang kenikmatanku. aku merasakan kenikmatan luar biasa hingga tanpa sadar aku mengerang keenakan sejadinya. emmmhh aaaaaggh heeeruuuggh hhaaang racauku tak jelas karena mulutku penuh dengan penis yng ngentoti mulutku. payudaraku yang bulat kenyal terombang ambing ksana kemari seiring sodokan ketiga penis keras yang mengisi lubang lubangku. tubuhku bergetar menahan nikmat. tidak sampai 10 menit aku sudah orgasme. aku menggelepar saat orgasme pertamaku kuraih dengan dahsyat. mmmmmmm… aaammmm…..oooogghhhh .ketiga batang penis yang menyetubuhiku tidak memberikan kesempatan. mereka terus menyodok mulut, kemaluan dan lubang duburku dengan liar. tak lama penis dimulutku ditarik oleh yang punya sehingga aku dapat bernapas agak lega..
dua kali mereka bertukar posisi menyetubuiku. kemaluanku sangat becek karena tadi aku keluar sekali. tiba2...
"Non Sandra,...?? ya ampun neng ngapain. eh bang jangan kasar kasar sama nonaku. kasian dia masih kecil?" suara itu mengagetkan kami yang sedang memompa birahi.
kami berempat serentak menoleh. "mbak Farida, tolong aku mbak. aku kewalahan nih. enak banget aaahh!" kataku setelah aku tahu yang datang adalah pembantuku. masuklah perempuan muda dan cantik bertubuh montok dengan rambut terurai lepas sepinggang. dia mengenakan kaos kuning ketat lengan panjang dan legging hitam. Pantatnya yang sexy dengan pinggang ramping dan dada yang penuh sesak. Lekukan tubuhnya yang montok tercetak jelas dan yang bikin gak tahan payudaranya yang besar banget seperti semangka kebanyakan pupuk membuat kaos ketatnya tampak makin kekecilan. separo payudaranya menyembul karena leher kaosnya yang sebahu dan rendah. pentilnya menonjol karena mbak Farida tidak pakai bh. mbak Farida kemudian mendekati tukang becak yang penisnya menancap di lubang duburku dan menariknya. plop.. aaahh lega rasanya. "jangan keroyokan dong bang, kasihan neng Sandra. dia masih kecil", omel mbak Farida sambil mulai ngocokin penis abang yang ditariknya dari lubang duburku.
"wah mbak Farida pengen juga ya?". " iya nih non. Farida sudah tadi lihat neng digenjot sama penis penis mereka. tadinya mau teriak minta tolong warga. tetapi kok kayaknya malah neng sandra enak banget jadi Farida gak jadi teriak. malah kemaluan saya gatel juga lihat neng sandra dan abang-abang becak ini", cerocos Farida sambil tangannya ngocok penis yang tadi ditarik dari lubang duburku.
"neng Farida cantik dan tubuhmu montok banget, payudaranya gede banget neng. abang bernafsu terus kalau lihat neng. apalagi kalau pas antar ke pasar.wuh, pengennya kuperkosa saat itu juga, hahaha". kata abang becak yang penisnya di kocok mbak Farida. "ih, abang jorok", kata mbak Farida yang kemudian langsung mencaplok batang penis panjang itu. "batang penisku dijepitin dong neng pake payudaranya", " oke bang. Farida juga dah gak nahan nih. mmmhhh mmhhh mmmpphh" penis itu di kulum oleh bibir mungil mbak Farida, sementara payudaranya sudah jadi sasaran remasan tangan kekar abang becak. tak lama kemudian si abang sudah maju mundur ngentot dada besar mbak Farida. makin lama makin cepat dan 10 menitan kemudian " aaaaahhh croot crooottt croott..." peju si abang muncrat mengenai wajah dan dada mbak Farida dan membasahi kaos ketatnya.
sementara aku masih terus bergoyang diatas penis yang paling besar. seragamku sudah basah oleh keringat. kemudian mbak Farida dengan muka dan dada masih belepotan sperma, mendekati kami bertiga dan segera duduk mengangkang dan menantang penis yang dimulutku untuk menembus kemaluannya. payudaranya sudah keluar lewat leher kaosnya yang lebar.
"ayo bang.. masukin aja penismu di sini. Farida sudah gak tahan nih." kata mbak Farida sambil merobek legingnya dibagian selangkangan. aku segera berdiri dan melepaskan penis yang menembus kemaluanku. kutarik si abang yang sedang ngentotin mulutku dan kurebahkan sehingga penisnya yang paling panjang tegak mengacung. tak sabar langsung kududuki penis itu, uuuhhhhh.... panjang banget. sampai mentok diperutku. kembali aku bergoyang liar yang membuat si abang merem melek keenakan. "Oouughh besarnya aahh penis Abang. Oohh sesaknya kemaluankuuhhh" aku mengerang sambil naik turun diatas tubuh lelaki itu. sementara mbak Farida sudah dientot dengan ganas oleh tukang becak yang tadi kutunggangi. ramai sekali mbak Farida kalau ngentot. "aaahh aaaoohh.. gedenya penis abang aaaahh enaaahhkk. tempiiikkkuuuhh aaaahh sesaaakk.. oohh.. " kusempatkan melirik pembantuku yang cantik montok itu. gila goyangannya maut banget. payudara jumbonya berguncang keras. kaosnya sampe basah oleh keringat dan terlihat transparan menambah kemontokan tubuhnya. lawan mainnya bener bener dimanjakan oleh mbak Farida. pinggul mbak Farida meliuk liuk ganas memilin penis besar yang mengeram di kemaluannya sementara payudaranya yang besar makin gembung tergencet tubuhnya yang didekap erat si abang becak. tak lama kemudian abang becak ke tiga sudah mendatangi mbak Farida dengan menyodorkan penisnya yang ngaceng lagi. mbak Farida langsung menyambar penis itu dan dikocok sambil tetap mengulek penis dalam kemaluannya. Lalu dia mencaplok batang penis besar itu dan mengulum penuh semangat. Tak lama penis itu ngaceng dengan sangat keras.
"lubang duburku bang nganggur... masukin aja penis ini ke lubang duburku... aaaahh enaknyaaahh..." erang mbak Farida saat penis kedua menembus lubang duburnya. segera tubuh montok itu dijepit 2 abang becak berpenis besar yang mengubek2 kedua lobang kenikmatannya. Erangannya makin keras karena kenikmatan yang dirasakannya.
aku gak mau kalah. aku cabut penis yang menyumpal kemaluanku dan ku emut dengan liar. penis itu berkedut dan akhirnya croot croot muncratlah sperma ke wajah dan rambutku. " gila non, enak banget kenyotanmu.". "iya bang aq juga ngecret beberapa kali tadi bang, hufff.. lemes rasanya."
kulihat pertarungan mbak Farida melawan 2 penis makin seru saja."oooh baaang aaahh enaaakkk aaaahh terus genjot bang.... aaaahh yang kerasssshhh", cplok cplok plok crep crep, bunyi kedua lobang mbak Farida yang di jejali 2 penis bebarengan.
"enak mbak Farida?" tanyaku sambil mendekati mereka. kuraih payudara mbak Farida yang gondal gandul menggemaskan dan ku kenyot membuat pembantuku semakin liar. Penis yang menancap di dubur mbak Farida kemudian dicabut dan tak lama kurasakan pula kemaluanku kembali dimasuki penis gede itu. Kembali aku mengerang dan merintih keenakan menikmati sesaknya liang kemaluanku yang dijejali batang penis berurat yang keluar masuk dengan gagahnya. Sementara Abang becak ke tiga kembali menusukkan penis besar nya ke lubang dubur mbak Farida. baju seragamku dan kaus mbak Farida sudah benar2 basah oleh keringat dan transparan memperlihatkan lekuk tubuh kami yang menggairahkan. kami berdua ter hentak hentak akibat sodokan penis yang menyumpal lobang lobang kenikmatan kami. Mereka menggenjot tubuhku dan tubuh mbak Farida semakin cepat dan keras,
Pada saat yang hampir bersamaan, ketiga tukang becak itu mencapai orgasmenya. "Crrrroooott.... crrrooootthhh... crrrooooootttthhh." Mereka sama sekali tidak ada niatan untuk mencabut penis mereka dan mengeluarkan pejuhnya di luar, kemaluanku, kemaluan mbak Farida dan lubang lubang duburnya penuh dengan pejuh mereka. aku merasakan dari lubang kemaluanku meleleh pejuh orang terakhir sedangkan lobang mbak Farida juga meleleh peju. Setelah mereka menumpahkan pejuh mereka, kami pun mencapai klimaks kenikmatan karena disetubuhi oleh tiga tukang becak itu. "Nnggghhh... ngghhhh... mmmhhh.... aaaaaaaahhhh... aaaaaaahh... adduuuhhhh.." kami berteriak keras sekali, pertahananku bobol karena kenikmatan yang luar biasa.
Mereka semua puas setelah menumpahkan pejuhnya ke dalam tubuhku dan lobang mbak Farida. Kata mereka, "Aaahhh... nikmat sekali ngentot ama anak kecil ini, nggak pernah kebayang aku bakal bisa menikmati tubuh seperti ini, aku jadi kepengen ngerasain tubuh anak kecil yang lain... Mmmmhhh... enak sekaliihh." Tubuh mereka bergelimpangan di sampingku yang telentang kelelahan. "Eh, non, gimana? Enak nggak penis kita? Kelihatannya pembantu neng juga menikmati sekali," tanya mereka melihat kami berdua lemas setelah mencapai puncak kenikmatan. "Mmmhhh... aduh enak sekali pak, aku tak pernah keroyokan gini, nikmat sekali rasanya, tapi akucapek bang. istirahat dulu ya" jawabku sambil meneguk airmineral yang tadi dibawa mbak Farida.
"Iya neng shandra istirahat dulu aja. Biar farida yang gantiin non", kata mbak farida yang telentang disebelahku. Gak ada 10 menitan kembali mbak farida melenguh dan mengerang karena kembali dijejali penis di semua lobangnya.
Setelah setengah jam beristirahat, birahiku bangkit lagi. apalagi melihat mbak Farida tidak henti hentinya mengerang dan mendesah nikmat saat kemaluan, lubang dubur dan mulutnya penuh bergantian dijejalin penis penis 3 abang becak tadi. " uuuhhh mmmmhh mmmhhhh uuuhh aaahh", erangan mbak Farida terdengar sexy diiringi kecipak kecipak suara beradunya lobang kemaluan dan lubang duburnya yang digenjot olen 2 penis bersamaan. pakaiannya sudah tidak karuan. basah oleh keringat dan sperma, kotor dan robek lebar dibagian kemaluannya. Aku sendiri? hihihi, tidak jauh beda. aku mendekati kmereka berempat dan bersimpuh dibelakang abang becak yang ngentot lubang dubur mbak Farida. dari belakang bagiku terlihat sangat merangsang melihat 2 penis kekar berurat yang bebarengan menancap dan keluar masuk menusuk kedua lobang kenikmatan yang terlihat mengkilat basah itu. cairan peju mbak Farida bercampur sperma entah siapa meleleh disepanjang paha montok pembantuku.
iseng aku tarik penis yang di kemaluan mbak Farida dan segera aku caplok dan ku sedoot. mmmmhh mmmhh cup cup mmmhhh, suara eranganku saat aku menglomoh penis yang gemuk itu. sedangkan kemaluan mbak Farida ganti aku sodok memakai 3 jariku. puas aku bermain di kemaluan mbak Farida, aku menarik penis yang aku kulum.
" ayo bang, Sandra sudah pengen dientotin lagi oleh penis nih. ayo bang, udah gak tahan nih.",
" oke neng saya akan puasin neng sandra", kata si abang sambil beringsut dari bawah tubuh bahenol mbak Farida.
"sini neng abang gendong". kata si abang sambil langsung mengangkat tubuhku. kemudian aku melingkarkan tangan kananku dileher kekar yang basah oleh keringat itu sementara tangan kiriku menggapai penis dan kuarahkan kelobang kemaluanku sambil kuturunkan pinggulku. blesssh.... ambleslah penis gemuk itu kedalam kemaluanku. kemaluanku terasa sangat penuh dan kurasakan kepala penis itu menembus jauh kedalam perutku. "uuuhhh baaangghhh, enaakkhh aaahh... gede banget penismu..ooohh aaahhh mmmmhhh" erangku sambil bergoyang dan mendekap erat tubuh kekar abang becak itu. Dia menaik turunkan tubuhku dengan mengangkat bokong seksiku. aku makin keenakan karena sesaknya kemaluanku. aku mengerang dan melenguh sejadinya. tak lama kurasakan lubang duburku ada yang menjilati, ku toleh ternyata mbak Farida menjilati lubang duburku sambil dia sendiri disodok dari belakang. aku hanya bisa mengerang dan mendesah keenakan karena sesaknya penis yang menembus kemaluanku ditambah rasa geli di lubang duburku yang dijilati mbak Farida. tak lama jilatan mbak Farida berhenti berganti suara gumaman tak jelas. aku lirik mbak Farida kembali dijejali mulutnya oleh penis ketiga sementara penis kedua meng obok obok kemaluannya dari belakang..
"uuuhh.. nhhoooonnhh aaahh....kitahh aahhharuusshh pulaanghhh ooohhh oenhaaghh... aaahh..."
aku kaget dan teringat kalau kami sudah ngentot terlalu lama. sekitar 2 jam lebih.
"ya ampun mbak, Shandra lupa, habis enak banget sih penis penis abang ini. eh bang kita berenti dulu ya? kami harus pulang kalau gak mami pasti nyuruh anak buahnya nyari kami. abang2 nanti bisa digebukin kalau mereka tahu kami digilir kaya gini."
akhirnya setelah mengenakan pakaian sekenanya, kami berdua diantarpulang oleh ketiga abang becak tadi. Setelah itu mereka beramai-ramai mengantarkan aku pulang, diiringi oleh 2 becak lainnya. mbak Farida masuk duluan sementara aku menunggu dibecak ditemani abang2 didepan rumah. tak lama mbak Farida keluar dan memanggilku. " neng sandra, nyonya sama tuan tidak pulang hari ini. asiik"
kalau gitu kita masuk sekarang yok bang", ajakku." ayoo non. biar kita puaskan kalian berdua" kata mereka semangat.
"Mbak Farida kunci dulu pagarnya"
"Iya non. aaahhhh...."akumenoleh. ternyata kemaluan mbak Farida sudah disodok oleh penis saat mengunci pagar karena posisinya menungging dan masih memakai leggingnya yang tadi dirobek. si penis yang paling besar langsung mendekapku dari belakang dan membuka paksa baju seragamku. " iih abang jangan dong. sayang kalau robek." kataku sambil mengeluarkan kedua payudara besarku dari sela kancing baju yang terbuka, yang langsung disambut dengan remasan dari tengan kekar si abang becak.. akhirnya aku dan mbak Farida dientot dengan digendong masuk rumah dan menuju kepinggir kolam renang dibelakang rumah.
erangan dan desahan kami terdengar selama kami berdua dientot sambil digendong menuju kolam. sampain ditepi kolam, aku mnggelayut turun sehingga penis dimemekku terlepas. penis itu tampak berkilat oleh lendir dari kemaluanku. aku kemudian menungging. tanpa permisi penis itu kembali menyeruak maruk ke liang surga milikku. mmmhhh aaaahh, mbaak Fariiiid, kitaahhh aaahh enaaakkhhh, aku ngomong gak karuan karen didera kenikmatan di kemaluanku yang tersumpal ketat oleh penis besar itu. 10 menitan aku disodok dari belakang. aku melirik pembantuku yang bahenol itu. mbak Farida sedang dikeroyok dua penis yang keluar masuk di lubang kemaluan dan pantatnya. rintihan dan erangan nikmat kami bersahutan. mbak Farida bergantian menciumi wajah lelaki yang menyetubuhinya sementara payudaranya yang montok menggairahkan tak pernah sepi dari remasan tangan dan kenyotan mulut 2 pejantan kekar itu.
"Ayoohh baangghh aaahhh kontool kaliaan aaahh uuuh enaaaakk oohhh" erang sexy mbak farida merasakan kenikmatan. Dia menggoyang tubuhnya dengan erotis serta bergantian menciumi kedua lelaki yang menyetubuhinya.
Mereka berganti ganti posisi dengan tubuh sexy pembantuku dibolak balik untuk kemudian ditusuk dengan penis dikedua liang kenikmatannya. Jeritan dan erangan mbak farida makin keras terdengar diiringi bunyi beradunya penis penis itu dengan kemaluan dan duburnya.
Tak lama kedua batang penis itu dicabut bareng dan mbak Farida berjongkok lalu mengocoknya.
"Oohh ooh neeng aaahh aku ngecrooott aahh"
Akhirnya kedua pejantannya melenguh panjang bebarengan dan menyemprotkan spermanya kewajah dan rambut mbak farida, sebelum mereka bertiga terkapar lemas dipinggir kolam.
Penis yang menyumpal kemaluanku kurasakan semakin hangat dan berkedut tanda mau keluar. Akupun juga merasakan kenikmatan dan akan segera ngecret lalu makin keras mengulek penis itu dengan bokong dan lobang kemaluanku sehingga tak lama si abang becak mencabut dan mengocok penisnya didepan wajahku. Croott croott croottt muncratlah sperma kental itu ke wajah dan rambutku dan ada yang jatuh di baju seragamku. Aku terengah engah dan berbaring lemas dipinggir kolam. Kemaluanku terasa tebal. Kutengok mbak Farida. Kulihat dia bangkit dan menuju kearahku dan tersenyum. Wajahnya yang ayu dan rambutnya belepotan sperma kental.
“Maaf ya noon, gara2 keenakan dikentot, Farida lupa gak nyiapin makanan buat neng. Sebentar ya…” kata mbak Farida dalam kondisi pakaian morat marit. Aku mengangguk pelan.” Tubuhnya dibersihin dulu ya mbak, hihihi bau sperma tuh”. “iya, neng cantik, neng Shandra mau saya bersihin juga tubuhnya?”, tanya mbak Farida sambil nyemplung ke dalam kolam. Aku tersenyum dan ikutan nyemplung kolam. Pakaian kami basah dan melekat erat ditubuh kami. Mbak Farida dan aku saling menggosok tubuh. Kadang kadang tangan kami nakal menggerayang kemaluan atau payudara dsambil cekikikan. Kami juga menyelam untuk membersihkan sperma yang menyemprot rambut kami.
Duuh segernyaaa. Tak lama kami keluar dari kolam. Pakaian kami yang basah mencetak sempurna lekuk tubuh kami. Terutama mbak Farida, bulatan payudaranya yang besar sangat menggairahkan terbungkus kaus kuning ketatnya yang basah kuyup.
“sebentar ya bang, saya siapin makan dulu. Kasian neng Shandra belom makan. Kalian mandi dulu gih, biar seger.” Kata mbak Farida sambil menyeret saya masuk rumah dengan rambut dan tubuh basah kuyup.
"Mbak Faridah ganti baju dulu, biar gak masuk angin. Shandra juga." Iya neng, tapi gak usah pake daleman, paling nanti juga diacak2 sama penis lagi hihihi."
"Ih, mbak Farida parno" kataku sambil masuk kamar. Kuganti seragamku yang basah dengan daster kaos mini putih ketat dengan potongan leher lebar berenda yang menampakkan belahan payudaraku. Seperti kata mbak Farida, aku gak pakai bh dan cd. Kulihat bayanganku di cermin, tubuhku yang terbalut gaun ketat terlihat sangat indah dan merangsang dengan bokong yang semok serta payudara yang membulat indah. Rambutku yang sepinggang kubiarkan tergerai lepas menambah seksinya diriku.
“Noon, ini makannya. Dimakan biar seger mumpung masih hangat”, kata mbak Farida yang masuk kamarku sambil membawa nasi dan telur ceplok setengah matang dan segelas payudara. Pakaiannya masih yang tadi, tetep morat marit
“duuh sexy dan cantiknya nonaku ini, hihihi” goda mbak Farida sambil mengelus punggung dan bokong semok ku.
“mbaak cantiik nakal yaaa”, aku membalas dengan meremas payudara jumbonya. Kami cekikikan bareng, kuberikan baju terusan dengan warna sama dengan yang aku pakai.
“mbak Farida pakai ini ya nanti. Tapi pasti kekecilan”
“siaap neng Shandra. Sekarang makan dulu neng Shandra, Farida mau ganti pakaian dulu”, lalu aku makan dan mbak Farida keluar kamar. Kudengar mbak Farida menyuruh 3 pejantan itu untuk makan. Kayaknya dikerjain juga dia karena terdengar dia menjerit lirih dan ketawa cekikikan lalu lari masuk rumah.
-----
Kira2 setengah jam aku selesai makan mbak Farida masuk mengajakku ke pinggir kolam kembali ke 3 pejantan yang sudah menunggu disana. Mbak Farida sudah berganti baju memakai terusan yang mirip punyaku dia juga memakai jilbab syar’i warna putih juga. Gilaa, super sexy deh mbak pembantuku ini. Gaun kami sangat ketat dan mencetak setiap lekukan tubuhku dan tubuh mbak Farid yang montok. Payudaranya yang sangat besar tampak membulat indah dan puting yang menonjol menekan kain kaos pakaiannya sehingga renggang. Kaus putih itu hampir transparan. Pasti penis penis pada ngaceng melihatnya
“gimana non? Cantik gak Farida makai baju neng Shandra. Cuman jalannya agak susah, habis sangat ketat sih dibawah.”
“gila mbak, maut banget. Gini aja kalau susah jalan”, kreeek. Ku sobek jahitannya dari bawah sanpai dipangkal paha.
“Yaah neng, kok disobek sih, sayang bagus loh”
“udaah nanti ku kasih, hehehe”
“yaudah, ayuk neng”penis
-----
Sampai di kolam, kulihat para tukang becak masih telanjang bulat itu sudah pada seger. Aku langsung duduk dibangku panjang bareng mbak Farida.
“Udah pada makan bang?”, tanyaku pada mereka
“Udah Non. Terimakasih yaa.”, kata mereka sambil pandangan mereka seakan mau menelan bulat2 tubuh kami. Tak heran karena kami berdua memang sangat sexy terutama mbak Farida yang memakai kerudung. Pakaian kami membentuk sempurna lekuk tubuh indah kami. Bulatan payudaraku dan payudara mbak Farida membusung dengan puting yang menonjol dibalik kain gaun putih kami. Punya mbak Farida malah sangat jelas terlihat karena karena kain tersebut makin tertarik oleh besarnya bulatan payudara 40Dnya. Hampir spontan, penis penis mereka mulai tegak mengacung dengan gagahnya siap untuk mengobrak abrik lobang kemaluanku dan mbak Farida.
Ketiga pejantan itu langsung mengerubungi kami berdua. Ada yang meremas payudaraku dari belakang, sementara yang dua mengapit mbak Farida dan menjamah tubuh bahenol ber jilbab putih itu.
“waaah neng Farida makin hot saja nih kalau pakai jilbab. Ini payudara apa semangka neng? Montok banget.” Kata si a sambil menguyek payudara mbak Farida.
“mmmhh baanghh eeemmhhh ssshhhh”, erangan mbak Farida saat sekujur tubuhnya digerayangi 2 pasang tangan kekar itu. Sementara tangannya sendiri mengocok 2 penis lawannya. Aku sendiri terasa geli saat kemaluanku diobok2 dan payudaraku diremas2, aku tak tahan akhirnya melepaskan diri.
“sebentar ya bang. Kalian keroyok mbak Farida dulu”, kataku sambil lari masuk rumah, sementara Mbak Farida langsung menjadi primadona dari 3 penis itu.
Aku ambil iPhone ku dan kudekati mereka.
“mbak, Shandra shooting ya” segera aku merekam aksi mereka ber 4.
“yang bagus ya, non. Tapi hp Farida bisa buat nonton gak?”
“bisa doong”
“hmmm si abang. Dah gak tahan yaaa? Sini semua biar Farida yang lawan.” tantang mbak Farida yang langsung menyambut mereka dengan penuh gairah. Dia berjongkok, masing2 tangannya menggenggam penis sementara mulutnya mencaplok satunya.
“hhmm mmmhh mmmhh heshhaaargghmmmhh”, gumamnya gak jelas karena mulut mungilnya penuh sesak. Dengan penuh gairah, dia bergantian ngemut penis penis itu. Tak lama kemudian, mbak Farida sudah menindih tubuh lelaki dengan sebatang penis berurat yang menyeruak di liang kemaluannya. Dipayudaral lelaki kedua yang menjejalkan batang penisnya kelobang dubur pembantuku. Akhirnya mbak farida mengerang keenakan saat digenjot di ketiga lubang kenikmatannya. Gila, hot banget pemandangan didepanku. Seorang gadis montok mengenakan gaun putih ketat dan jilbab putih sedang digenjot 3 lelaki. Bulatan payudaranya teguncang kesana kemari. Penis penis itu seakan berlomba menusuk kemaluan, lubang dubur dan mulut wanita itu
“Aaah aaah aah terus baaanghh aaahh yeessss mmmmhhh enaaakhhh”
Clop clop clop, bunyi lubang mbak Farida yag diaduk aduk dengan keras oleh penis penis itu. Aku mengambil video mereka sebaik mungkin dengan fokus ke tubuh mbak Farida yang kadang mengereling nakal kearahku dengan mulut tersumpal penis. Mbak Farida menggoyang tubuhnya dengan bersemangat. Penis penis dikemaluan dan duburnya seakan dipilin pilin oleh goyangan bokongnya. Payudaranya sudah keluar dari belahan baju didadanya dan gondal gandul menggemaskan.
“ayoo mbak, goyang terus. Gilaa mbak Farida sexy dan merangsang banget.”
Sekitar 10 menit kemudian mereka berganti posisi. Mbak farida bangun dan telentang diatas pejantan pertama dan membimbing batang konrol masuk menusuk duburnya dan kembali mbak Farida diapit 2 pejantannya dengan penis masing2 menyodok kemaluan dan duburnya.
Kurasakan bokongku digerayangi dan kain gaunku diangkat. Aku menggelinjang saat kemaluanku dijilati dan disodok2 oleh 2 jari. Sementara iphone ku terus merekam mbak Farida yang di entot 2 penis. Kurasakan kemaluanku sendiri ditembus oleh penis juga. Uuf dalam sekali. Aku segera bergoyang dengan liar mengulek penis yang mengeram dikemaluanku. Sodokan penis itu kurasakan menembus mulut rahimku. Aku melenguh merasakan nikmat.
Eeennggghhh baaaanghh aaaaahh enaaak, sodok terusssshh aaaahhh
Dengan sambil meremas remas payudaraku dari belakang, si abang becak melebarkan liang kemaluanku dengan penis besarnya dengan cepat. Aku jadi kurang konsen merekam adegan mbak Farida karena aku sendiri sedang merasakan kenikmatan di kemaluanku. Kubalik hape ku dan merekam sendiri diriku yang sedang di genjot dari belakang oleh penis besar. Kedua bulatan payudaraku diremas remas dengan gemas.
Sementara mbak Farida benar benar dimanjakan oleh 2 penis yang menyumpal lubang lubang kemaluan dan pantatnya. Dia sangat menikmati keadaanya yang dientot 2 pejantan bersamaan. Dia melenguh, mendesah dan menjerit menahan nikmat.
Kudengar beberapa kali mbak Farida menjerit saat orgasmenya melanda. Cairan cintanya membasahi paha dan ujung gaunnya. Gaunnya tambah ketat melekat ditubuhnya yang mulai basah oleh keringat. Tubuhnya menegang dan dia mendekap kuat tukang becak didepannya sambil mulutnya memagut mulut lelaki itu. Penis penis itu memanjakan mbak Farida dengan tetap menyodok2 liang surganya membuat cairan kenikmatannya membuih dan meleleh membasahi paha dan gaun putihnya.
Sementara aku sudah tidak bisa konsentrasi merekam karena aku mengerang menahan nikmat saat kemaluanku disodok oleh penis besar dan panjang dari belakang sementara payudara bulatku diperah jari kekar itu. Teriakan dan rintihan kenikmatan keluar dari mulutku bersahutan dengan desahan dan erangan mbak Farida. “aauh oooohh yyaaaahh penismu aaah besarnyaahh ooouugghh sssshhh” racauku gak jelas menahan kenikmatan. Kemudian aku melepaskan diri dari entotan tukang becak itu dan menuju kursi panjang disamping mbak Farida yang dikeroyok ke 2 pejantannya. “kita pidah ke samping mereka yok, kamu duduk dibangku itu ya, pak”. “baik non”, kata bapak itu nurut. iPhone ku kupasang pada tripod diatas meja dan kuarahkan kemereka bertiga dan bangku panjang disampingnya. Kulanjutkan merekam, lalu kutinggal iPhone ku dan aku beranjak ke bangku panjang dimana duduk tukang becak berpenis besar siap memuaskan aku. Bapak itu menyeringai, penisnya tegak mengacung dengan gagahnya. Langsung ku duduki pahanya dan kumasukkan penisnya kedalam kemaluanku. “Oooohhh enaknyaaa”. Leher gaunku diplorotkannya dan kedua bulatan payudaraku langsung dilahapnya dengan rakus. Aku mendongak merasakan kenikmatan ngentot itu dan mulai menggoyang tubuhku. Penis itu keluar masuk kemaluanku dengan lancar menimbulkan bunyi yang sangat mengundang nafsu. Disampingku mbak Farida sudah berganti posisi telentang diatas pejantan ke2 dengan penis menembus duburnya. Payudara jumbonya bergoyang liar karena hentakan kontok penis itu. Gaun ketat dan jilbab putihnya sudah tidak karuan.
Kupanggill abang yang ngentot mbak Farida dari atas dan ku tarik kebelakangku. Kuarahkan kelobang duburku yang nganggur. “huuuuu aaahhh mbaaaak Faridaaahh aaaahh penis penis iniihh aaaahh henaaaghh...nyaaah...”erangku saat kedua lobang sex ku dijejali penis besar berurat secara bersamaan. “iyaaah aaaaahh nooonnhhh aaaahhh faridaaaaah keluaaaarhhh oooohhh...”, mbak Farida menjerit saat keluar entah keberapa kali. “hhooohh sayaa jugaah neeenghh aaaahhh”, crooot crooot..creet.. peju kental tukang becak ke2 menyembur kedalam dubur mbak Farida yang terbaring lemas diatasnya dengan nafas terengah engah.
Mbak Farid
Aku masih dikeroyok 2 penis dan tubuh montokku dijepit 2 pejantan yang ngentot aku secara bersamaan. Aku menjerit dan mengerang sejadi jadinya merasakan kenikmatan ngentot keroyokan ini. Sekitar 15 menitan aku dibalik oleh mereka dan kembali kedua lobangku disumpal penis sementara payudaraku terusan diuyek dan dikenyot yang membuat aku semakin belingsatan menahan nikmat. 2 kali aku ngecret membuat lubang kemaluan dan duburku kian basah dan licin...” oooouuuhhg mbaaak fariidaaaaahh aaahh..”. mbak Farida bangkit dan mendekatiku kemudian mengulum bibirku. Setelah itu ku raih payudaranya dan ku remas dan kenyot sehingga dia mendesah. Sekitar setengah jam kedua lobang kemaluan dan duburku disumpal penis, akhirnya penis yang menancap di duburku dicabut. Plop.. aaaah aku mengerang.
“neng Farida saya kentot lagi yaaa” amblaslah penis berurat itu ke kemaluan mbak Farida dari belakang dan langsung digenjot dengan cepat karena dia sudah mau keluar.
“Aaah aaahh aaaaahh ooohhh...” rintihan kenikmatan mbak Farida terdengar. Jleb jleb jleb bunyi beradunya bokong semok mbak Farida dengan selangkangan tukang becak ke3.
“neeengg neeeenghhhh aaaahhh aaaahhh” crooot crooot croottt... seprma kental itu menembak dalam rahim pembantuku yang montok itu. Sementara aku kian heboh menggoyang dan menyedot penis yang mengeram dalam kemaluanku. Tak lama kemudian akhirnya kami mengerag bersamaan saat kurasakan sperma tukang becak ke1 menyemprot deras ke rahimku. “Oooohhh aaaaaahhh nooon aaaaahh”
“Yaaah ppaaaahhk aaaaahhh aaaaakkkhhhh”, Aku menjerit tertahan saat orgasme dan merasakan kehangatan sperma yang menembak dalam rahimku. Kuhentakkan keras keras pinggulku sehingga ambles lah seluruh batang penis besar dan berurat itu dalam liang kemaluanku. Mbak Farida juga ngecret bersamaan denganku dengan kemaluan penuh dengan pejuh. Dengan tubuh lemas aku bangkit dari pangkuan tukang becak ke1 yang segera terkapar lemas. Pejuhnya meleleh disepanjang pahaku. Dengan napasku yang terengah2, aku bangkitdan berdiri membuat penis ber urat yang menyumpal kemaluanku terlepas dan spermanya meleleh sepanjang paha mulusku. Lalu kuraih iphone ku dan kujeda rekamannya. Sementara mbak Farida kulihat lemas diatas tukang becak dengan tubuh basah oleh keringat dan kemaluan masih tersumpal olek batang penis gemuknya. Kami semua terengah engah dipinggir kolam. Jam sudah menunjukkan hampir jam 3.
“mbak Farida, bisa buatin minum kita gak? Shandra haus nih”, pintaku sambil duduk lemas bersandar dibangku panjang.
“oke non, sebentar ya”, mbak Farida bangun dan berdiri sehingga penis yang menyumpal kemaluannya terlepas dan pejunya meleleh sepanang pahanya. Dia merapikan gaun putih ketatnya dan jilbab syari yang tadi berantakan saat ngentot. Gila mbak farida seksi banget.
“eeeh abang-abang kok pada melongo sih? Hihihi”, kata mbak farida saat melihat ketiga abang becak tadi melongo melihat tubuh montoknya.
“yeee neng farida kami perkosa lagi lho, hahaha”
“emang masih kuat, bang?”
“si eneng nantang yaa”
Mbak Farida terkekeh dan ngeloyor masuk rumah mengambil minum. Tak lama kemudian si montok itu kembali dengan membawa minuman dan makanan ringan. Kedua payudaranya yang besar berguncang2 saat dia berjalan kearah kami.
“nih Bang, Farida bikinin minuman spesial buat abang. Biar seger, penisnya tambah greng dan tahan lama genjotnya, hihihi” kata mbak Farida mesum. Aku hanya geleng2 mendengarnya.
“diminum bang. Kasian mbak Farida sudah capek2 buatin” kataku sambil meminum minuman dingin itu. Uuuh segernya
“kalian nanti tidur disini aja, papa mama kan gak ada dirumah 2 hari. Besok aku diatar jemput ke sekolah lagi ya.” Kataku kepada ketiga tukang becak itu.
“siap non.”
Mbak Farida mendekatiku,
“non, filemnya bagus gak?”.
“bagus dong, nih” kuputer rekaman kita tadi pas diadegan mbak Farida disumpal 3 penis semua lobang kenikmatannya.
“mbak Farida gila ya, goyangnya dahsyat”
“Waaaah ternyata kita berbakat ya non, hehehe. Aaahh.. nakal ya si abang.” Kata mbak Farida yang tiba2 saja kedua payudaranya diremas dari belakang.
“habisnya neng Farida bodynya montok banget. Enak banget dientotnya. Penisku jadi makin ngaceng kalau lihat si eneng” kata lelaki itu sambil nguyek payudara bulat mbak Farida dipayudaral lelaki ke2 yang ngobok2 kemaluannya.
“uuuhhhh baaang… aaaahhh sssshhh entot Fariddd lagiiihhh”
“siaaap neeeng… payudaramu montok banget. Besar dan kenyaaal…”
Sementara yang ketiga langsung mendekap dan menguyek2 payudaraku. Batang penisnya keras menekan pantatku. Kugesek2 pantatku ke batang penis itu sambil payudaraku diremas2 dengan agak kasar.
“hihihi, keroyok aja mbak farid, bang. Biar shandra yang rekam semuanya”
Akhirnya kembali mbak Farida di entot ketiga penis itu dengan buas. Jeritan dan erangan mbak Farida sexy terdengar di pinggir kolam itu. Aku segera merekam mereka. Penis2 kekar tukang becak itu berbarengan menyodok lubang kemaluan, dubur dan mulut mbak farida. Mbak Farida menggeliat2 menahan nikmat dimanjakan 3 penis kekar yang menjejali lobang kenikmatannya secara bersamaan. Dia berganti2 penis dengan senangnya. Dia merintih manja, mendesah dan mngerang keras. Cairan kenikmatannya meleleh membasahi batang penis pejantannya dan batang paha montoknya. Gaun ketatnya sudah tidak karuan. Jilbabnya sudah morat marit. Aku horny juga melihat bagaimana batang penis itu keluar masuk ketubuh bahenol mbak Farida diiringi jerit dan rintihan kenikmatan dari pembantuku.
“abang2 entotin shandra juga ya. Mbak Farida gantian yang rekam.”
Ketiga lelaki kekar itu pun mencabut penis2 mereka dari lobang mbak Farida dan mengerubutiku. Kukasihkan iphone ku ke mbak Farida yang mendekatiku dan dia melanjutkan merekam.
“yang bagus ya neng Shandra. Mmmmhhh ooohh yyeaaah”, mbak Farida mengerang saat kemaluannya kembali dijejali penis kekar panjang abang becak ke3. Jleb jleb jleb cplok cplok cplok, bunyi penis itu yang dengan ganas menghajar lobang kemaluan mbak farida. Mbak Farida terlihat menikmati genjotan penis kekar berurat itu didalam liang kenikmatannya sambil berusaha untuk merekam aku yang sedang dikerjai oleh 2 pejantan lainnya.
Aku mengerang keenakan saat itu kaarena kurasakan lobang pantatku terasa disumpal dan aku diangkat. Kemudian lobang kemaluankupun juga dijejali oleh penis. Aku melenguh keras saat aku dientot 2 penis dengan berdiri.
“ooouuuh baaaanghhh aaaahhh yang keraaass aaaahhh aaahh ah ah ah enaknyaah”, erangku pasrah. Aku bergantian menciumi wajah dan bibir dan tanganku menggerumasi kepala kedua lelaki itu karena nikmatnya.
Kedua bulatan payudaraku diremas dan dikenyot bergantian membuat kenikmatan yang kurasakan semakin menjadi jadi. Dalam waktu 5 menit saja aku sudah merasa akan keluar. Aku menguleg kedua penis yang keluar masuk di kemaluan dan duburku dengan semakin cepat. Akhirnya aku mengerang panjang
“aaaauuuh baaaanghh oooouuuggghhh”, crettt creeettt, muncratlah cairan kenikmatanku dengan deras membasahi batang penis di kemaluanku dan tubuh abang becak pertama. Kupeluk erat kepalanya yang sedang ngenyot payudaraku. Kedua batang penis itu semakin cepat menghajar kedua lubangku membuat aku hanya bisa pasrah dan mengerang menikmati kentotan dua batang penis berurat mereka.
“Ooouuhh mmmmhhh mmmhhh aaah aah aah baanghh”
Kulirik mbak Farida rupanya sekarang posisinya telentang dilantai dengan kedua bulatan payudara berguncang dengan keras karena digenjot dengan ganas oleh penis gemuk lawannya. Dia berusaha terus merekam aku yang sedang disodok penis dikedua lobangku.
"Aaahh aduuh baanghh ooouuh enaknyaah"
"Oooh nnooonn Shandraaaahhh aaah aah ah indahnyaaah kemaluanmuuh disumpal ooohh konthhooollll..."
Cplok cplok cplok clep clep blesek..
20menitan kemudian....
"ooh neeng faridaaahhh abanghh aahh gak taahhannn...hehg hegh hegh." Tukang becak ketiga menggenjot mbak farida semakin keras. Mbak farida pun mengimbangi dengan menggoyang tubuhnya semakin hot. Iphone ku diletakkan disampinya sementara dia memeluk leher lawannya dan menciumi tukang becak itu dengan penuh nafsu.
"Mmmmhhhh mmmhhh mmmhhh aaahhh farida jugaaahhh aaahh aahh semprooot baaanggghhh aahhh kasih aku ooohh spermaahmuuhh"
Tukang becak ke3 itu menghunjamkan dalam2 batang penisnya ke kemaluan peret mbak Farida lalu muncratlah seluruh pejuh kentalnya kedalam rahim mbak Farida. Si montok itupun mengejang saat dia juga orgasme bersamaan dengan pejantannya dan memeluk serta mencium bibir lelaki itu dengan penuh nafsu. Mbak faridapun akhirnya terkulai lemas dengan nafas memburu. Dia melepaskan diri dari tukang becak ke3 dan kembali meraih iphone ku lalu melanjutkan shooting videoku yang dikentot. Aku menarik tubuh montoknya dan menciumi bibir mbak farida sambil mengerang lirih.
"Bang, nanti kalau keluar di tubuh Farida aja yah, biar nonaku nggak hamil", kata mbak Farida sambil mundur kearah meja dan meletakkan hpku di tripod sebelum bergabung lagi denganku.
Sementara kedua penis yang ngentotin aku semakin cepat keluar masuk kemaluan dan duburku.
"Noon abang mau keluaar", Tak lama penis yang menyodok duburku ditarik oleh mbak farida dan dikocok dan dikenyot lalu penis itu dijepit payudara jumbo mbak farida. "Abang keluar neeng ah ah ah" lelaki itu menggeram sambil mengocok penisnya dan diarahkan ke wajah cantik pembatuku. Maka muncratlah spermanya ke wajah dan kepala mbak Farida yang mengenakan jilbab sehingga belepotan. Mbak farida mencaplok penis yang bergetar itu dan menyedot sperma yang keluar sampai bersih.
"Non, abang ganti ngentot neng Farida ya" kata tukang becak pertama sambil menurunkan tubuhku lalu merebahkan tubuh mbak farida, melebarkan pahanya dan menusukkan penisnya yang hitam dan paling gemuk ke kemaluan pembantuku. Bibir kemaluan mbak farida tetlihat sangat ketat menjepit batang penis. Segera tubuh montok mbak farida terguncang2 digenjot oleh penis raksasa itu membuat pembantuku itu mengerang2 keenakan. Akupun merangkak dan mengenyot payudara mbak farida menambah kenikmatannya. Mbak farida tanpa sadar mendekap kepalaku di payudaranya serta menggerumasi rambutku. Guncangan tubuhnya akibat genjotan tukang becak pertama semakin keras diiringi suara geraman lelaki itu. Akhirnya dia menggeram dan menghunjamkan penis raksasanya dalam2 dan menyemprotkan spermanya kedalam perut mbak farida. “Aaaaarrhhh tempiiikmuu pereeeet neeeng....hhhooooggghh”
“Aaaahhh aaaahh oooohh tempiiikkuuuuuuhhh nooonn aaaahh aah aah aah”, mbak farida menjerit keras bersamaan dia orgasme entah keberapa kali. Penis besar itupun dicabut. Gila masih keras banget. Langsung kulahap dan kubersihkan sperma dan mani disekujur batang penis itu. Karena masih keras dan ngaceng, lelaki itu kusuruh telentang. Segera ku duduki penis ngaceng itu sehingga kembali menembus kemaluan peretku. Aku menggoyang pinggulku dengan heboh sambil merem melek keenakan. Penis itu ku goyang dan kemaluanku serasa diaduk. Mbak farida bangun dan membantuku menggoyang bokong sexyku serta mengenyot payudaraku yang gondal gandul karena goyanganku. Aku semakin gak terkontrol dan akhirnya dengan hunjaman keras, penis raksasa itupun ambles seluruhnya keliang kemaluanku dan menembus rahimku. "Aaaaahhhhh baaaanggghh aaaahhh" aku menjerit saat orgasmeku yang entah ke berapa melanda. Kurasakan pula penis itu berkedut kedut dan menyemprotkan sperma langsung kedalam rahimku. Tubuh montokku ambruk di tubuh kekar tukang becak 1 dengan penis raksasanya menyumpal kemaluanku dan masih berkedut menyeprotkan sperma di rahimku. Aku ter engah engah merasakan nikmat ngentot dengan penis besar ini.
“noon, gimanaa enak dikentot berkali2?”, tanya mbak farida nakal sambil nguleg bulatan payudaraku.
“gila enak banget mbak. Bapak2 itu kuat banget ya.” Kataku sambil merem merasakan kenikmatan ditubuhku.
“ tenang aja non, mereka tidak akan lemes penisnya sampai besok pagi juga. Hihihi. Farida sudah membikinkan minuman buat kuda kawin dikampung yang tadi diminum mereka” bisik mbak Farida nakal. Kami tertawa bareng.
“non Shandra gak lengket semua? Mandi yuk. Tubuh Farida rasanya lengket” kata si montok itu sambil membenahi pakaian dan jilbabnya.
“ayok. Abang istirahat sebentar ya. Aku mau mandi dulu.” Kami berdua langsung nyebur ke kolam. Mbak Farida langsung ke air mancur di tepi kolam. Gila tubuhnya sexy banget berbalut busana ketat dan jilbab yang basah. Lekuk tubuhnya sangat mengairahkan. Dia melepas jilbabnya dan keramas. Sementara aku berenang, kulihat ketiga laki2 itu menyusul mbak Farida yang lagi keramas.
“abang2 kok nyusul, biar farida mandi dulu.”
“gak mau neng. Kagak nahan lihat tubuh sintal neng Farid.” Kata mereka sambil menggerayangi bokong dan payudara besar pembantuku. Akhirnya kembalipenis2 itu mengaduk2 lobang lobang kenikmatan mbak Farida dibawah guyuran air mancur. Suara mbak farida terdengar mengerang keenakan dan tubuhnya bergoyang liar. Akupun naik keluar kolam dan mengambil iphone ku. Kurekam lagi pembantuku yang sedang asyik dikentot tiga penis sekaligus. Setiap sodokan penis di lobang lubang dubur dan kemaluannya disambut dengan goyangan penuh nafsu. Dibawah guyuran air mancur, mbak Farida menggoyang tubuhnya, menguleg penis yang menjejali kemaluan dan lubang duburnya sementara mulutnya mengenyot penis ke3. Sedangkan kedua bulatan pantat dan bulatan payudaranya yang kenyal selalu mendapatkan remasan gemas para laki2 yang menambah kenikmatan yang dia rasakan ditubuhnya. Kedua bulatan payudara dan lehernya sudah banyak terdapat cupangan merah.
Sekitar setengah jam mereka mengeroyok pembantuku yang semok itu, ada sekitar 4x mbak Farida menjerit tertahan karena orgasme. Pada sodokan terakhir mereka menancapkan penis penisnya sepenuhnya ke lubang mbak farida sambil menyemprotkan sperma memenuhi kemaluan, lubang dubur dan mulut si montok itu. Mbak Farida bergetar saat orgasmenya kembali melanda untuk yang ke 5x.
“ aaaaaaaahhhhhhhhhhhh oooohhhhhggghhhhh “ mbak Farida berteriak melepaskan kenikmatan bertubi2 yang mendera tubuh bahenolnya, sebelum ambruk lemas meniduri pejantan dibawahnya. Ketiga penis masih berkedut menyemprotkan spermanya kedalam tubuh mbak Farida. Napas mereka berempat memburu.
Mbak farida kemudian melepaskan diri dan menjilati penis penis gendut itu dan menyedot sisa sperma.
"Abang abang nakal yaa." Kata mbak Farida sambil bergantian menjilati 3 batang penis itu.
"Habis, tubuh neng farid montok banget. Bahenol. Jepitan kemaluannya peret. Penis abang jadi ngaceng terus liatnya.”
“hehehe, siapa suruh neng farida punya body bohay. Abang bisa kentotin eneng semalam suntuk juga, hahahaha”
“mbak Farida sini sebentar”, kataku memanggil. Mbak farida menoleh dan nyemplung lagi ke kolam mengambil dan memakai lagi jilbabnya dan berenang kearahku
“ada apa neng Shandra”
“mbak Farida gak takut hamil? Mereka nembak pejunya didalam semua lho.”
“gak papa. Farida mandul neng. Jadi gak akan bisa hamil”
“oh, maaf mbak”
“gak papa atuh, non. Malah enak bisa bebas ngentot sama siapa aja hihihi. Farida suka gatel kalau lihat laki2. Bawaannya pengen ngentot mulu”
“iiih mbak farida parno”
“gimana, bagus gak neng filemnya?”
“nih, gila, mbak Farida hot banget. Jauh lebih hot dari film porno manapun. Mbak farida cantik banget di film ini. Bodymu, payudaramu, Goyangnya maut, waah pokoknya luarbiasa. Nih lihat aja saat penis keluar masuk, kemaluan mbak farida bisa menjepit erat gitu ya. Iihh jadi terangsang lagi.”
“hehehe. Nanti Farida dikirimin filmnya ya non. Buat ditonton kalau nganggur”
“siip, tenang aja mbak Cantik”
Akhirnya kutaruh iPhone ku dipinggir kolam dan akupun berenang ditemani mbak Farida. Setelah itu kami berdua keluar dari kolam dengan tubuh montok kami dibalut ketat oleh pakaian basah yang membentuk sempurna lekuk tubuh bulatan payudara dan pantat kami yang pasti mengundang penis lelaki manapun untuk segera mengentot tubuh kami.
Aku dan mbak farida masuk rumah dan berganti pakaian biar gak masuk angin. Mbak farida kukasih vitamin biar segar. Karena kelelahan sehabis ngentot berkali kali akhirnya akupun tertidur lelap.
semalaman
Malamnya, selesai makan kami kembali ke kolam. Kali ini aku memakai longdress putih ketat dan mbak farida memakai busana muslim pink yang kelewat tipis dan ketat dengan jilbab lebar. Dia membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk kami berlima.
Ketatnya pakaian kami mencetak Lekuk tubuh kami dengan sempurna. Kedua bulatan payudara kami bergoyang bebas saat kami berjalan seakan mengundang tangan lelaki manapun untuk segera menjamah dan mengentot tubuh kami
Di pinggir kolam, ke3 pejantan kami sudah menunggu dengan tertib. Mereka sudah berganti pakaian dengan kaos celana pendek bekas kakak iparku yang tidak terpakai karena oyangnya sudah pindah ke luar negeri dengan ciciku. Biar mereka gak masuk angin. Lagian pakaian mereka pada kotor.
Karena ukurannya agak kecil, tubuh kekar mereka tercetak jelas dengan otot yang padat. Uuh merangsang sekali melihat postur tubuh kekar merekan ditambah besarnya batang penis mereka dibalik celana boxer ketat menegang dan mengacung dengan gagah membikin kemaluanku gatel pingin dijejali penis lagi.
"Non siap dikeroyok lagi kan? Hihihi" bisik mbak farida sambil menaruh nampan diatas meja. Pandangan matanya sayu kearah penis penis pejantan didepannya.
“hihihi, malam ini kita pesta sampai pagi mbak.” bisikku ke telinga pembantuku.
“baaang, ini bang wedang jahenya diminum dulu biar anget badannya”
“kalian sudah makan, bang?”
“udah non. Tadi sudah dikasih makanan sama neng montok. Juga sudah istirahat tadi sambil tiduran.”
“ooh jadi udah seger dong, hihihi. Bagus dah. Malam ini kalian tidur disini saja. Besok baru pulang. Shandra takut kalau sendirian”
“non, disini agak dingin yah. Ssshhh ”, kata mbak farida
“iya mbak. Sini shandra peluk biar anget.” Kataku sambil langsung mendekap tubuh montok mbak farida. Kuciumi pipi dan bibirnya sementara mbak farida membalas dengan meremasi bokongku.
Ketiga pejantan kamipun mendekati dan mengerubuti kami.
“sini neng biar kami saja yang menghangatkan tubuh kalian”
Tangan kekar mereka menjamah dan meremasi setiap lekuk tubuh kami. Seolah olah mereka ber3 sudah kompak bekerjasama memuaskan nafsu birahinya kepada kami. Bulatan payudaraku dan payudara mbak farida mereka remas dengan gemas, sedang yang lain ada yang meremasi bokong dan mengobok obok kemaluan kami. Aku mendesah penuh gairah merasakan rangsangan disekujur tubuh sintalku dan mbak farida tak hentinya melenguh. Aku dan mbak farida pun tak mau kalah. Kami menggapai batang penis berurat mereka yang entah kapan sudah keluar dari celana boxer. Kami bergantian mengocok dan mengemut penis-penis kekar itu. Uuuhh panjang dan besarnyaah. Penis penis itu semakin tegang karena kocokan dan emutan kami yang penuh nafsu.
Tanpa basabasi aku kembali disetubuhi dengan ganas dan kusambut dengan goyangan liarku. Batang penis panjang itu ketat menjejali liang kemaluanku. Kuplorotkan leher gaunku lalu Kedua payudaraku kukeluarkan dan kusodorkan untuk dikenyot dan diremas lawan mainku.
Sementara mbak farida langsung jongkok dan melahap 2 penis lainnya. Ke2 Tangan mungilnya mengocok batang penis kekar itu sambil mulutnya bergantian melahap dan menjilatinya. Resleting gaun muslimnya sudah melorot sampai perut menampilkan kedua bulatan payudaranya yang besar dan kenyal. Kedua pejantannya bergantian meremas dan menguyek bulatan indah dan menggemaskan itu.
"Mmmmm, mmmh, mmmhh aaahh", mbak Farida menyepong kedua batang penis besar itu dengan bernafsu. Karena gak tahan lagi kedua pejantan itupun menyetubuhi mbak farida dengan ganas, membuat mbak farida menjerit dan melenguh menahan nikmat. Pinggulnya meliuk liuk memerah batang penis yang keluar masuk didalam lobang kemaluan dan duburnya. Kedua payudaranya yang montok terguncang menggairahkan bergantian dikenyot dan diremas membuat goyangan dan suara mbak farida makin liar.
"Ayoooh aaahh baanghh entot teruuuss ooouughh besarnyaaah kontoool aaahhh yaah yaaah yaahh enaaagghhhk" teriakan mesum mbak farida membuat semangat pejantannya makin menggelora. Mereka mengentot mbak farida semakin garang. Penis penis besar dan berurat itu disodokkan dengan sepenuh tenaga. Mbak farida semakin belingsatan. Tubuhnya yang semok bergetar diapit oleh 2 lelaki kekar yang mengentoti 2 lubangnya. Nafasnya terengah engah. Dia kembali orgasme yang kesekian kalinya.
“ah ah ah, baaanghh, uummmhh mmmhh “
Jleb jleb jleb jleb…lobang kemaluan dan duburnya becek dan berbusa dengan cairan kenikmatannya yang membanjir saat kedua batang penis itu keluar masuk dan mengaduk aduk liang kemaluan dan duburnya. Tubuh mbak farida bergetar hebat. Dia menciumi salah satu pejantan yang menyetubuhinya dengan buas semenatara payudaranya diperah dan diremas dengan gemas menambah kenikmatan orgasme mbak farida.
Kedua pejantannya terus memompa kedua batang penis mereka di tubuh mbak farida makin cepat. Sampai akhirnya sperma mereka kembali menyembur memenuhi liang kemaluan dan dubur mbak farida sebelum akhirnya mereka ber3 lemas terguling dengan napas memburu.
“baaanghh kalao aah mau kluar di kemaluan farida saja ya. Biar nonaku tidak hamil”, kata mbak farida kepada pemilik penis yang lagi nggenjot tubuhku dengan semangat. Si montok itu kemudian bangun dan berjalan kearah kami bersetubuh. Kemudian dia memeluk dan membelai tubuh kekar dan berkeringat yang sedang menggenjot tubuhku.
Pejantanku mengangguk sambil terus memompa batang penis beruratnya kedalam kemaluanku. Kemudian dia mencium bibir wanita berjilbab yang sedang memeluk dan membelai tubuhnya.
“oouuh paakk aaauuuhhh… ooohh ssshhh mmmhhh..”
Tubuh montokku lemas pasrah menerima hunjaman demi hunjaman batang penis yang penuh sesak menyumpal lobang kemaluanku. 2 kali aku mengejang saat orgasme ku melanda.
“neng farida, abang mau keluar nih. Hooh hooohh..”
Dengan sigap mbak farida menarik batang penis di lobang kemaluanku. Lalu dia menungging dan memasukkan batang penis kekar berurat itu kedalam lobang sanggamanya. Mbak farida melenguh merasakan sesaknya sumpalan penis si abang becak. Si abang becak itu kembali menyodokkan penisnya maju mundur dengan kuat disambut dengan goyangan bokong semok mbak farida. Aku sendiri menelentangkan tubuhku dibawah mbak farida dan mengenyot kedua bulatan payudara besar yang gondal gandul terguncang saat pemiliknya sedang dientot membuat mbak farida merintih rintih keenakan. Tangan mbak faridapun juga mengobok obok kemaluanku sementara payudaraku juga dikenyotnya.
Geraman si abang becak bercampur deru nafasnya yang memburu seiring semakin cepatnya dia majumundur menggenjot tubuh sintal mbak farida. Akhirnya dengan hentakan keras, dia membenamkan seluruh batang penis berurat itu kekemaluan mbak farida. Batang penis itu berkedut menyemburkan pejuh kedalam kemaluan mbak farida diiringi jeritan lirih mbak farida.
"Aduh baaanghh aaahh aahh, angetnyaah penismuu…”
Plop… sperma si abang meleleh keluar saat batang penis itu dicabut.
Setelah itu kita berlima beristirahat didalam rumah sambil nonton tv. Sekitar jam 9an aku mengajak mbak farida untuk tidur.
“mbak, tidur, yuk. Kan besok shandra harus sekolah.”
“ayo non”
"Si abang sekalian tidur juga gih. Biar besok segar lagi."
"Tidur dimana kami non"
"Dimana aja boleh, bareng saya juga boleh" kata mbak farida sambil nyengir.
"Mbak, ya ampun. Malah nggak tidur nanti, hihihi", selorohku sambil ngeloyor pergi ke kamarku meninggalkan mbak farida yang dikerubuti ketiga lelaki itu.
Mbak farida kemudian dibopong dan dibawa kedalam kamarnya.
Dikamarku aku gak bisa langsung tidur tapi malah membayangkan betapa mbak farida akan mengerang merasakan kenikmatan saat mulut, kemaluan dan duburnya penuh sesak disumpal oleh batang batang penis kekar para abang becak itu. Akhirnya aku ambil iphone ku dan kuputar rekaman pertarungan kami berlima sore tadi. Aku makin gelisah. Sampai akhirnya menyusul mereka berempat. Pintu kamar mbak farida tidak dikunci. Sayup terdengar suara rintihan dan lenguhan merdu mbak farida diselingi bunyi cplak cplok suara beradunya bokong pembantuku dengan paha entah siapa. Aku buka pintunya dan aku masuk kamar itu. Didalam kamar mbak farida digagahi ketiga lelaki itu. Saat aku masuk, Ketiga penis mereka bergantian menyumpal kemaluan, dubur dan mulut mbak farida. Tak berapa lama kembali mbak farida menerima semprotan peju di wajah dan lobang kemaluannya.
Comments
Post a Comment